Portal Berita dan Informasi Seputar BUMN Indonesia dan Informasi Menarik Lainnya

Senin, 30 September 2019

Ini Dia Beberapa Tugas Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiatri

BUMN Indonesia - Berbicara mengenai sehat membuat manusia kembali berpikir untuk selalu menjaga apapun yang berada dalam dirinya. Bukan hanya sehat secara fisik. Namun, juga sehat secara mental. Di era yang semakin canggih. Mobilitas bergerak dengan cepat meninggalkan siapapun yang tidak bisa menyeimbanginya. Tekanan dan tuntunan membuat jiwa atau mental merasa terbebani. Tidak heran ketika kemudian banyak diantara mereka yang merasa muak dan jenuh akan kehidupan yang dirasa menyebalkan. Gangguan seperti ini menjadi tanggung jawab seorang dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri

dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri

Sama halnya seperti dokter lain psikater juga harus belajar mengenai keilmuannya. Sebab, psikiatri sendiri termasuk sebagai cabang dari ilmu kedokteran yang lebih memfokuskan diri pada pencegahan sekaligus pengobatan gangguan emosional. Sebenarnya, pasien yang membutuhkan penanganan ini bukan hanya mereka yang terkena gangguan jiwa. Melainkan mereka yang sedang dalam proses penyembuhan juga membutuhkannya. Buat Anda yang ingin berprofesi sebagai psikiater sebelumnya harus menyelesaikan studi dokter umum. 

Berikutnya melaju mengambil pendidikan lanjutan sebagai spesialis kejiwaan yang ditempuh kurang lebih selama 4 tahun. Anda diharuskan untuk memahami berbagai jenis gangguan dalam diri manusia. Misalnya saja, penyebab gangguan makan, emosional, kepribadian, kecemasan, disfungsi seksual, gangguan mental secara organik, kesulitan tidur, dan jenis kejiwaan lainnya. Secara otomatis Anda akan berada pada posisi memahami psikologi seseorang. 

Spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri bukan dokter yang hanya berkecimpung dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa atau orang gila. Namun, mereka tampil menyambut Anda yang membutuhkan bantuan dalam mengatasi permasalahan emosi. Apalagi jika pada fase pasien tidak lagi bisa tenang dalam memandang permasalahan. Inilah gejala yang mengharuskan Anda untuk segera berkonsultasi kepada psikiater. Yaitu: 

1. Merasa tidak berdaya

Keadaan dimana seseorang merasa tidak berdaya. Perasaan dan hati seakan mendukung Anda untuk mengakhiri hidup. Merasakan kesedihan yang berlarut-larut, sekaligus merasa tidak berguna.

2. Percobaan bunuh diri

Tidak ada gairah untuk melanjutkan hidup. Merasakan bisikan untuk melakukan suatu tidak diperbolehkan. Misalnya saja, meminum racun atau melakukan percobaan bunuh diri lainnya.

3. Munculnya halusinasi

Halusinasi yang terus muncul membuat pikiran tidak bisa bekerja dengan baik. Mengubah suasana hati, seakan ada sesuatu yang berbisik untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak ada.

4. Kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari

Rasa takut yang berlebihan dan tidak selera untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Anda yang merasakan hal ini harus segera berkonsultasi mengenai apa yang harusnya dilakukan.

5. Perubahan suasana hati yang tidak terkontrol

Ketika Anda merasakan perubahan suasana hati yang tidak terkontrol cobalah untuk mulai membuka diri berkomunikasi dengan psikiater. Misalnya, merasa sedih yang berlebihan dan pada waktu tidak lama merasakan rasa senang yang tidak terkontrol. 

Manusia berada fase dimana dia harus memilih untuk melakukan hal yang terbaik untuk dirinya. Bukan hanya asupan bergizi yang Anda butuhkan. Namun, siraman kelembutan yang harus selalu diberikan pada jiwa. Rasa takut, khawatir, dan cemas bukan hal yang aneh. Perasaan ini wajar ada dalam diri manusia biasa. Tetapi, ketika semua ini sudah tidak terkontrol maka ada baiknya segera berkonsultasi. 

Spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri bukan dokter biasa. Mereka akan mencoba menjadi teman untuk Anda. Maka tidak perlu takut untuk dihakimi olehnya. Anda hanya perlu menceritakan semua kepadanya. Percayalah setiap individu mempunyai andil yang besar untuk menentukan kesehatan dirinya. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebih.

Senin, 23 September 2019

Tips Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami

BUMN Indonesia - Wajah merupakan area sensitif wanita yang membutuhkan perawatan. Salah satu hal yang membuat masalah wajah adalah jerawat. Jerawat timbul dan membuat penampilan menjadi tidak baik. Biasanya jerawat muncul karena terlalu sering membersihkan wajah sehingga membuat wajah kehilangan minyak alami dan mendorong kulit memproduksi minyak sehingga memunculkan jerawat pada kulit. Menggunakan telepon seluler pada pipi membuat kotoran pada smartphone menempel pada kulit dan membuat kulit menjadi jerawat. Selain itu, tindakan memencet jerawat akan membuat jerawat meninggalkan bekas sehingga dibutuhkan cara untuk menghilangkan bekas jerawat secara alami tanpa harus menggunakan obat dokter yang membuat ketergantungan pada wajah. 

cara untuk menghilangkan bekas jerawat secara alami

Berikut adalah cara mengurangi bekas jerawat pada kulit: 
  • Lidah buaya dengan kandungan polifenol untuk membasmi berbagai jerawat pada kulit jika digunakan secara teratur dan digunakan sebagai masker selama 20-30 menit lalu dibilas menggunakan air.
  • Putih telur dengan kandungan enzim lysonzim dengan menambah perasan lemon lalu dioleskan pada wajah dalam waktu 15-20 menit lalu dibilas menggunakan air bersih.
  • Bawang putih memiliki kandungan sulfur yang menghilangkan jerawat dengan menggunakan 1 siung bawang lalu dipotong beberapa bagian kemudian menempelkannya pada jerawat atau bekas hingga 15 menit lalu dibersihkan menggunakan air bersih.
  • Mentimun dengan kandungan antioksidan dan vitamin serta asam amino yang digunakan penghilang bekas jerawat dengan menggunakannya sebagai masker jika rutin menggunakannya.
  • Air lemon dengan kandungan asam askorbat yang digunakan untuk menghilangkan jerawat membandel dengan menggunakan perasan air lemon dengan kapas lalu dioleskan pada wajah selama 10-15 menit lalu dibilas menggunakan air bersih. 

Untuk menghilangkan bekas jerawat dapat menggunakan kentang yang memiliki vitamin dan mineral, dengan mengiris kentang lalu menempelkannya pada jerawat dilakukan sebanyak 3 kali seminggu selama 10 menit. Baking soda untuk menghilangkan noda bekas jerawat dengan menyiapkan satu sendok baking soda lalu dicampurkan dengan air lalu dioleskan pada wajah selama 2 menit lalu membersihkannya menggunakan air bersih. Gula pasir sebagai scrub untuk membersihkan kulit mati yang menggunakan jus lemon dan dioleskan selama 15 menit dan bersihkan menggunakan air bersih. 

Cara termudahnya menggunakan madu karena mengandung antibiotik sebagai pencegah infeksi penyebab radang jerawat, dengan mengoleskannya pada jerawat hingga kering. Begitu juga dengan ampas teh yang mengandung antioksidan, dengan menempelkan kantung teh yang digunakan pada noda bekas jerawat. Gunakan juga bengkoang untuk mencerahkan kulit sekaligus mengurangi bekas jerawat, dengan cara memarut bengkoang lalu menempelkannya pada wajah selama 15 menit sebelum tidur untuk hasil maksimal.

Selain itu, perlu juga melakukan hal berikut: 
  • Bersihkan wajah setelah seharian beraktivitas dengan make up tebal dengan asap kendaraan di jalanan dan debu yang banyak bertebaran dimana-mana.
  • Berolahraga setidaknya seminggu 2 kali, dengan berolahraga maka akan memicu produksi kolagen yang dapat membuat struktur kulit lebih kencang dan membuat kulit terhindar dari kerutan.
  • Gunakan pelembab pada tubuh setelah mandi untuk membantu tubuh mengunci air pada kulit sehingga kulit tidak kekurangan cairan. 

Menghilangkan bekas jerawat dapat menggunakan bahan alami lalu perlu melakukan perawatan rutin seperti diatas. Tabir surya perlu digunakan saat bepergian keluar ruangan dan berpaparan dengan sinar matahari langsung. Hal ini untuk tidak membuat kulit cepat mengalami penuaan, tidak menimbulkan flek-flek hitam dan tidak terkena kanker kulit. Setidaknya menggunakan pelembab dengan SPF 15 yang dapat menjaga kulit dari panasnya matahari. Pastikan juga tetap tidur tepat waktu setidaknya antara jam 9 hingga jam 10 malam.

Selasa, 17 September 2019

Apa Saja Sih Vaksin Tambahan Untuk Si Kecil?

BUMN Indonesia - Masih mengacu pada ketentuan Permenkes No. 12 Tahun 2017, bayi sangat ditekankan untuk mendapatkan beberapa imunisasi tambahan diluar lima vaksin wajib yaitu vaksin campak, pentavalen, BCG, polio, hepatitis B. Jenis vaksin pilihan juga bisa diberikan pada anak-anak hingga orang dewasa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.


1. Vaksin MMR

Vaksin MMR bertujuan untuk mencegah penyakit campak (Measles), gondongan (Mumps), dan Rubella (campak Jerman) dan dapat diberikan pada saat anak berusia 12-18 bulan. Vaksin MMR ini tetap perlu diberikan meski sudah pernah mendapatkan vaksin campak dan apabila sudah pernah memiliki riwayat terjangkit salah satu penyakit diatas. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk anak yang memiliki penyakit kronis seperti kistik fibrosis, kelainan ginjal dan jantung bawaan, serta down sindrom.

2. Vaksin rotavirus

Vaksin rotavirus berfungsi untuk mencegah infeksi rotavirus yang bisa mengakibatkan diare kronis. Terdapat 2 jenis vaksin rotavirus, yakni vaksin monovalent dan pentavalent. Keduanya diberikan dengan cara oral dan dengan jadwal pemberian yang berbeda. Untuk vaksin monovalent diberikan 2 kali saat usia 6-12 minggu dengan jarak waktu pemberian selama 8 minggu. Sedangkan vaksin pentavalent diberikan 3 kali, mulai saat anak berusia 2 bulan dengan jarak 4-10 minggu dan pemberian terakhir saat usia 8 bulan. 

3. Vaksin tifoid

Vaksin ini bertujuan mencegah infeksi bakteri Salmonella typhii yang merupakan penyebab penyakit tifus dan dapat diberikan saat anak berusia 24 bulan. Vaksin ini dapat melindungi anak dari tifus sekitar 50-80% saja. Itulah kenapa vaksin tifoid perlu dilakukan berulang setiap 3 tahun sekali. 

4. Varicella

Varivax atau vaksin varicella merupakan imunisasi rutin untuk mencegah cacar air dan biasa diberikan sebanyak 2 kali pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan pada orang dewasa yang belum pernah kena cacar air sebelumnya. 

5. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV merupakan imunisasi untuk melindungi anak dari infeksi bakteri pneumokokus yang diberikan pada anak saat usia 7-12 bulan sebanyak 2 kali dengan jarak 2 bulan dan usia di atas 2 tahun sebanyak 1 kali.  Infeksi dari bakteri tersebut menyebabkan penyakit pneumonia, infeksi telinga, dan meningitis. 

Selain kelima vaksin di atas, masih ada beberapa vaksin yang dapat diberikan pada anak seperti vaksin influenza, hepatitis A, dan HPV. Bawalah anak Anda ke dokter untuk melakukan keseluruhan vaksin agar terhindar dari berbagai penyakit. Pilihlah dokter anak terpercaya dengan kunjungi website HonestDocs. Disini Anda dapat melihat review dokter dan penawaran harga untuk melakukan vaksin pada anak.

Popular Posts