Portal Berita dan Informasi Seputar BUMN Indonesia dan Informasi Menarik Lainnya

Senin, 23 September 2019

Tips Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami

BUMN Indonesia - Wajah merupakan area sensitif wanita yang membutuhkan perawatan. Salah satu hal yang membuat masalah wajah adalah jerawat. Jerawat timbul dan membuat penampilan menjadi tidak baik. Biasanya jerawat muncul karena terlalu sering membersihkan wajah sehingga membuat wajah kehilangan minyak alami dan mendorong kulit memproduksi minyak sehingga memunculkan jerawat pada kulit. Menggunakan telepon seluler pada pipi membuat kotoran pada smartphone menempel pada kulit dan membuat kulit menjadi jerawat. Selain itu, tindakan memencet jerawat akan membuat jerawat meninggalkan bekas sehingga dibutuhkan cara untuk menghilangkan bekas jerawat secara alami tanpa harus menggunakan obat dokter yang membuat ketergantungan pada wajah. 

cara untuk menghilangkan bekas jerawat secara alami

Berikut adalah cara mengurangi bekas jerawat pada kulit: 
  • Lidah buaya dengan kandungan polifenol untuk membasmi berbagai jerawat pada kulit jika digunakan secara teratur dan digunakan sebagai masker selama 20-30 menit lalu dibilas menggunakan air.
  • Putih telur dengan kandungan enzim lysonzim dengan menambah perasan lemon lalu dioleskan pada wajah dalam waktu 15-20 menit lalu dibilas menggunakan air bersih.
  • Bawang putih memiliki kandungan sulfur yang menghilangkan jerawat dengan menggunakan 1 siung bawang lalu dipotong beberapa bagian kemudian menempelkannya pada jerawat atau bekas hingga 15 menit lalu dibersihkan menggunakan air bersih.
  • Mentimun dengan kandungan antioksidan dan vitamin serta asam amino yang digunakan penghilang bekas jerawat dengan menggunakannya sebagai masker jika rutin menggunakannya.
  • Air lemon dengan kandungan asam askorbat yang digunakan untuk menghilangkan jerawat membandel dengan menggunakan perasan air lemon dengan kapas lalu dioleskan pada wajah selama 10-15 menit lalu dibilas menggunakan air bersih. 

Untuk menghilangkan bekas jerawat dapat menggunakan kentang yang memiliki vitamin dan mineral, dengan mengiris kentang lalu menempelkannya pada jerawat dilakukan sebanyak 3 kali seminggu selama 10 menit. Baking soda untuk menghilangkan noda bekas jerawat dengan menyiapkan satu sendok baking soda lalu dicampurkan dengan air lalu dioleskan pada wajah selama 2 menit lalu membersihkannya menggunakan air bersih. Gula pasir sebagai scrub untuk membersihkan kulit mati yang menggunakan jus lemon dan dioleskan selama 15 menit dan bersihkan menggunakan air bersih. 

Cara termudahnya menggunakan madu karena mengandung antibiotik sebagai pencegah infeksi penyebab radang jerawat, dengan mengoleskannya pada jerawat hingga kering. Begitu juga dengan ampas teh yang mengandung antioksidan, dengan menempelkan kantung teh yang digunakan pada noda bekas jerawat. Gunakan juga bengkoang untuk mencerahkan kulit sekaligus mengurangi bekas jerawat, dengan cara memarut bengkoang lalu menempelkannya pada wajah selama 15 menit sebelum tidur untuk hasil maksimal.

Selain itu, perlu juga melakukan hal berikut: 
  • Bersihkan wajah setelah seharian beraktivitas dengan make up tebal dengan asap kendaraan di jalanan dan debu yang banyak bertebaran dimana-mana.
  • Berolahraga setidaknya seminggu 2 kali, dengan berolahraga maka akan memicu produksi kolagen yang dapat membuat struktur kulit lebih kencang dan membuat kulit terhindar dari kerutan.
  • Gunakan pelembab pada tubuh setelah mandi untuk membantu tubuh mengunci air pada kulit sehingga kulit tidak kekurangan cairan. 

Menghilangkan bekas jerawat dapat menggunakan bahan alami lalu perlu melakukan perawatan rutin seperti diatas. Tabir surya perlu digunakan saat bepergian keluar ruangan dan berpaparan dengan sinar matahari langsung. Hal ini untuk tidak membuat kulit cepat mengalami penuaan, tidak menimbulkan flek-flek hitam dan tidak terkena kanker kulit. Setidaknya menggunakan pelembab dengan SPF 15 yang dapat menjaga kulit dari panasnya matahari. Pastikan juga tetap tidur tepat waktu setidaknya antara jam 9 hingga jam 10 malam.

Selasa, 17 September 2019

Apa Saja Sih Vaksin Tambahan Untuk Si Kecil?

BUMN Indonesia - Masih mengacu pada ketentuan Permenkes No. 12 Tahun 2017, bayi sangat ditekankan untuk mendapatkan beberapa imunisasi tambahan diluar lima vaksin wajib yaitu vaksin campak, pentavalen, BCG, polio, hepatitis B. Jenis vaksin pilihan juga bisa diberikan pada anak-anak hingga orang dewasa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.


1. Vaksin MMR

Vaksin MMR bertujuan untuk mencegah penyakit campak (Measles), gondongan (Mumps), dan Rubella (campak Jerman) dan dapat diberikan pada saat anak berusia 12-18 bulan. Vaksin MMR ini tetap perlu diberikan meski sudah pernah mendapatkan vaksin campak dan apabila sudah pernah memiliki riwayat terjangkit salah satu penyakit diatas. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk anak yang memiliki penyakit kronis seperti kistik fibrosis, kelainan ginjal dan jantung bawaan, serta down sindrom.

2. Vaksin rotavirus

Vaksin rotavirus berfungsi untuk mencegah infeksi rotavirus yang bisa mengakibatkan diare kronis. Terdapat 2 jenis vaksin rotavirus, yakni vaksin monovalent dan pentavalent. Keduanya diberikan dengan cara oral dan dengan jadwal pemberian yang berbeda. Untuk vaksin monovalent diberikan 2 kali saat usia 6-12 minggu dengan jarak waktu pemberian selama 8 minggu. Sedangkan vaksin pentavalent diberikan 3 kali, mulai saat anak berusia 2 bulan dengan jarak 4-10 minggu dan pemberian terakhir saat usia 8 bulan. 

3. Vaksin tifoid

Vaksin ini bertujuan mencegah infeksi bakteri Salmonella typhii yang merupakan penyebab penyakit tifus dan dapat diberikan saat anak berusia 24 bulan. Vaksin ini dapat melindungi anak dari tifus sekitar 50-80% saja. Itulah kenapa vaksin tifoid perlu dilakukan berulang setiap 3 tahun sekali. 

4. Varicella

Varivax atau vaksin varicella merupakan imunisasi rutin untuk mencegah cacar air dan biasa diberikan sebanyak 2 kali pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan pada orang dewasa yang belum pernah kena cacar air sebelumnya. 

5. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV merupakan imunisasi untuk melindungi anak dari infeksi bakteri pneumokokus yang diberikan pada anak saat usia 7-12 bulan sebanyak 2 kali dengan jarak 2 bulan dan usia di atas 2 tahun sebanyak 1 kali.  Infeksi dari bakteri tersebut menyebabkan penyakit pneumonia, infeksi telinga, dan meningitis. 

Selain kelima vaksin di atas, masih ada beberapa vaksin yang dapat diberikan pada anak seperti vaksin influenza, hepatitis A, dan HPV. Bawalah anak Anda ke dokter untuk melakukan keseluruhan vaksin agar terhindar dari berbagai penyakit. Pilihlah dokter anak terpercaya dengan kunjungi website HonestDocs. Disini Anda dapat melihat review dokter dan penawaran harga untuk melakukan vaksin pada anak.

Popular Posts