Portal Berita dan Informasi Seputar BUMN Indonesia dan Informasi Menarik Lainnya

Minggu, 26 Mei 2019

Perlu Tahu, Ini Gejala Dan Penyebab Flu Burung

BUMN Indonesia - Pada tahun 1997 dan 2013 di Indonesia pernah terjadi wabah flu burung yang pada saat itu penyebab flu satu ini masih belum diketahui, setelah dilakukan penelitian diketahui hingga saat ini ada dua virus flu burung yang dapat menginveksi manusia yaitu virus H5N1 dan H7N9. Virus ini mewabah di daerah Asia, Timur Tengah, Afrika dan beberapa negara bagian di Eropa.
 
penyebab flu
 
Virus flu ini menyerang baik unggas liar maupun unggas ternak, flu burung merupakan virus influenza yang ditularkan melalui burung atau unggas.
 
unggas, namun gejala manusia yang terserang virus ini tidak bisa langsung terlihat, Virus ini membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 hari dari masuknya virus ke tubuh manusia sebagai masa inkubasi. Setelah masa inkubasi, gejala flu burung dapat diketahui. Namun ada beberapa gejala samar yang bisa dilihat sesaat setelah virus itu menjangkit seperti muntah, mimisan, gusi berdarah, sakit perut hingga nyeri pada bagian dada.
 
Apabila ada beberapa tanda seperti itu, alangkah baiknya segera periksakan diri kedokter, pasalnya Penanganan yang lambat menyebabkan terjadinya komplikasi dan dapat mengancam nyawa penderitanya. Beberapa bentuk komplikasi tersebut termasuk acute respiratory distress syndrome, infeksi paru-paru hingga bisa menimbulkan gagal multi organ.
 
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan manusia terjangkit virus satu ini, yaitu seperti melakukan kontak langsung dengan unggas yang sakit, tidak sengaja menyentuh percikan cairan ludah dari unggas yang sakit, tidak sengaja menghirup debu yang mengandung kotoran unggas yang sakit, mengkonsumsi daging atau telur dari unggas yang sakit dan tidak dimasak dengan benar dan matang dan bisa juga karena datang ke pasar dimana terdapat kandang unggas yang tidak cukup bersih.
 
Apabila ada seorang yang positif terkena virus flu burung, biasanya orang tersebut akan dikarantina, untuk mencegah penularan virus kepada orang sekitar. Dokter juga akan memberikan anjuran pada penderita untuk memperbanyak minum cairan, makan makanan sehat, istirahat cukup dan memberikan resep obat pereda sakit dan antivirus. Obat antivirus yang sering diberikan adalah oseltamivir atau zanamivir. Obat ini diberikan segera setelah diduga positif menderita flu burung.
 
Penggunaan obat ini sangat efektif digunakan hanya dua hari setelah positif menderita flu burung. Selain pada penderita, obat antivirus ini juga dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ahli kesehatan yang berinteraksi dengan penderita dan beberapa orang yang sering berinteraksi dengan unggas. Apabila penderita mengalami komplikasi seperti pneumonia, antibiotik akan diberikan sampai penderita sembuh dari pneumonia. Penderita jg akan diberikan tambahan oksigen dan ventilator apabila mengalami kesulitan bernafas.
 
Menurut data hingga bulan Oktober 2017, virus H5N1 telah menginfeksi 860 orang di seluruh dunia dan diantaranya 454 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara di Indonesia terdapat 200 kasus dengan 168 orang diantaranya meninggal dunia.
 
Di Indoneia sendiri pada saat virus ini mewabah, pemerintah langsung membuat langkah tegas untuk meminimalisir penyebaran wabah virus satu ini, seperti
 
  • Aktif melakukan sampling pada beberapa orang yang beresiko tinggi menderita flu burung.
  • Memberikan pelatihan pada ahli kesehatan tentang cara mengobati flu burung di rumah sakit
  • Mendistribusikan obat-obatan antivirus ke rumah sakit rujukan penderita flu burung.
 
Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk ikut berperan aktif mencegah bertambahnya virus ini kedepannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts