Portal Berita dan Informasi Seputar BUMN Indonesia dan Informasi Menarik Lainnya

Jumat, 24 Agustus 2018

Keseimbangan Pengelolaan Energi Terbarukan oleh Sukanto Tanoto di Royal Golden Eagle

BUMN Indonesia - Tak bisa dipungkiri lagi bahwa hari demi hari pastinya kebutuhan energi di dunia akan alami peningkatan. Namun sangat disayangkan sekali, pemanfaatan energi fosil ternyata masih terbilang tinggi. Hal tersebut yang pada akhirnya diubah oleh grup Royal Golden Eagle (RGE) dengan cara mengembangkan berbagai jenis energi terbarukan. Sekarang Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan kebutuhan energi cukup tinggi di Asia Tenggara. Total kebutuhan energi di negeri ini mencapai 44% dari jumlah total kebutuhan kawasan.  

Namun pemenuhan energi di negeri ini sebagian besar memang masih bergantung terhadap energi fosil. Yang demikian tersebut jelas sangat tidak baik. Karena minyak bumi atau pun batu bara semakin lama akan habis. Selain hal itu, efek lain jenis sumber energi bagi aman akan sangat buruk. Makanya dibutuhkan langkah yang cukup serius untuk bisa penuhi kebutuhan energi di masa yang akan datang. Ini tak hanya di Indonesia saja, melainkan juga di semua penjuru dunia.  

Grup Royal Golden Eagle (RGE) berusaha memberikan solusi terbaiknya. Grup perusahaan Sukanto Tanoto tersebut kini tak hanya berkecimpung di industri pertanian dan juga perkebunan saja, akan tetapi mereka juga turut menekuni pengembangan energi, khususnya untuk jenis energi terbarukan. Royal Golden Eagle punya anak perusahaan Pacific Oil & Gas yang bergerak di industri energi. Tetapi dikarenakan pengembangan energi terbarukan tak hanya terbatas di sana. Di berbagai unit bisnis Royal Golden Eagle lainnya, pemanfaatan dari energi yang ramah lingkungan tersebut juga dilakukan.  


Yang demikian tersebut dilakukan untuk jalankan salah satu prinsip kerja perusahaan. Dalam grup Royal Golden Eagle ini operasional perusahaan diharap bisa berperan aktif untuk jaga keseimbangan iklim. Pemanfaatan energi terbarukan pastinya akan jadi salah satu langkah tepat dalam upaya melestarikan lingkungan agar tetap berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.  

Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa Royal Golden Eagle ini punya anak perusahaan, yakni Asian Agri yang bergelut di industri kelapa sawit. Yang mana dalam operasinya, mereka pasti akan membutuhkan energi yang cukup besar sekali. Tetapi, unit bisnis Royal Golden Eagle cukup jeli dalam memenuhi kebutuhan energi perusahaannya tersebut. Asian Agri berhasil manfaatkan limbah dari pengelolaan kelapa sawit untuk dijadikan sebagai biogas.  

Dikarenakan untuk mengolah kelapa sawit ini hasilkan methan yang merupakan salah satu jenis gas paling berbahaya apabila dilepaskan begitu saja. Gas methan tersebut pastinya akan bisa memicu terjadinya pemanasan global, sebab mendorong terjadinya efek rumah kaca. Anak perusahaan Royal Golden Eagle ini tahu masalah tersebut. Makanya Asian Agri mencari cara untuk bisa minimalkan pembuangan gas methan. Tujuannya adalah ikut serta dalam berpartisipasi aktif untuk jaga keseimbangan iklim yang telah tertuang dalam prinsip kerja Royal Golden Eagle.  

Hingga akhirnya anak perusahaan grup Royal Golden Eagle tersebut temukan jalan terbaiknya. Gas methan yang cukup berbahaya ini diolahnya untuk jadi sumber energi listrik. Asian Agri membuat pembangkit listrik tenaga biogas di beberapa wilayah yang ada di provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Utara. Hingga sekarang, anak perusahaan Royal Golden Eagle yang didirikan Sukanto Tanoto tersebut buat 5 PLTB. Namun itu baru awal, unit bisnis Royal Golden Eagle yang bergerak di industri kelapa sawit akan menargetkan hendak membangun 20 PLTB di tahun 2020 yang akan datang.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts